Gallery Photo

Photo Album Kegiatan


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com

Surat dari Tagana Carita

Dua hari ini sabtu-minggu, pengunjung dan masyarakat pantai carita di gegerkan oleh se-ekor ikan hiu berukuran panjang lebih dari 4meter yang berenang memasuki wilayah pantai s/d kedalaman air 2 meteran. hiu dengan jenis hiu putih ini diduga berasal dari perairan samudera hindia yang melakukan perjalanan migrasi ke laut utara karena perubahan iklim dan suhu perairan, hiu ini terkategori hiu yang paling berbahaya oleh karena itu 25 orang penjaga pantai ( life guard ) disiagakan dengan fasilitas penyelamatan lengkap.
Koordinator bidang teknis dan operasi life guard banten ( ade ervin ) yang juga merangkap sebagai koordinator tagana carita mengungkapkan. penyiagaan anggota life guard ini dilakukan sebagai bentuk antisifasi dalam hal tindakan frefentive jika terjadi sesuatu hal yg tdk diinginkan mengingat hiu ini termasuk dalam kalangan predator laut yg membahayakan, dan mempertimbangkan keselamatan para pengunjung dan wisatawan petugas kita bagi menjadi lima team masing2 team terdiri dari lima orang..team pertama bertugas mengawasi wilayah perairan dgn menggunakan system satelit lokal, team kedua mengawasi menggunakan system patroli menggunakan jetski, team ketiga memberikan himbauan dan keterangan kepada wisatawan, team keempat sebagai petugas medical, dan team kelima adalah sebagai antisifator / pemburu menggunakan senjata laut ( spire gun ) yang tdk mematikan jika hiu menyerang pengunjung. hiu ini berenang mengitari wilayah pantai carita pada pagi hari dan sore hari...

Idealnya Indonesia Punya UU Mitigasi

Staf Khusus Presiden Yudhoyono, Andi Arief, mengatakan, idealnya Indonesia memiliki Undang Undang Mitigasi Bencana mengingat negara ini rawan bencana alam.

"Idealnya Indonesia memiliki Undang-Undang Mitigasi Bencana," kata staf khusus yang membidangi bantuan sosial dan bencana itu di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya, meski penanganan gempa di Aceh sudah lebih cepat dan baik, namun sistem peringatan dini dan kesiapan tanggap darurat perlu disempurnakan dengan penyiapan sistem mitigasi bencana.

Pengalaman di negara rawan gempa seperti Jepang, lanjutnya, menunjukkan bahwa mitigasi bencana dapat mengeliminasi dampak-dampak mengerikan dari gempa, seperti jatuhnya korban jiwa.

"Indonesia berada dalam kondisi geografis yang rawan bencana, khususnya gempa, sehingga perlu sebuah sistem mitigasi bencana yang terencana dan terpadu," katanya.

UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, menurutnya, belum cukup karena menitikberatkan pada upaya penanggulangan pada saat dan pascabencana.

Sementara mitigasi bencana merupakan upaya adaptasi terhadap perilaku alam yang mengakibatkan terjadinya bencana.

"Jadi lebih kepada upaya pencegahan untuk meminimalisasi korban dengan mengutamakan kearifan lokal," katanya.

Sebenarnya, sejak 25 tahun lalu pemerintah sudah berfikir ke arah itu, bahkan sudah memasukkan itemnya dalam rencana legislasi DPR, namun tidak terealisasi hingga sekarang.

Sebelum UU Mitigasi Bencana itu terwujud, lanjutnya, maka perlu dibuat sebuah pedoman mitigasi bencana secara nasional.

"Saat ini, kita menggagas penyusunan buku-buku pedoman mitigasi bencana yang disebarkan secara luas ke berbagai lembaga pemerintah di daerah serta publik," kata Andi.( Antara )

Rakerda I TAGANA Provinsi Banten


TEMA:
“Revitalisasi sebagai bentuk kesiapan mengaplikasikan konsep CBDM menuju TAGANA yang Visioner, Tangguh dan Profesional”

Pembentukan Tim Koordinasi TAGANA Provinsi Banten pada Tahun 2008 yang dituangkan dalam SK Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nomor 188.4/1/128/TAGANA/DINSOS/XII/2008 telah memberikan amanat sekaligus mandat kepada Tim Koordinasi TAGANA Provinsi Banten untuk menjalankan Pola Umum Kebijakan Organisasi serta Kerangka Pokok Program TAGANA Provinsi Banten.

Selaku mandataris, Tim Koordinasi TAGANA Provinsi Banten berkewajiban menjabarkan amanat dan mandat tersebut setiap tahunnya dalam bentuk Kebijakan Program Kerja Pengurus TAGANA Provinsi Banten, sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan secara lebih teknis. Kebijakan dan Program Kerja inilah yang akan berfungsi menjadi pedoman penyelenggaraan berbagai kegiatan sebagai agenda aksi sepanjang Tahun 2010, baik itu berbentuk rutin maupun yang bersifat temporer.

Sejalan dengan tuntutan tersebut, maka pada tanggal 27 – 28 Februari 2010 Tagana Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang pertama. Rakerda yang diselenggarakan di Lembah Bukit Hijau, Serang ini diikuti oleh 30 peserta masing-masing terdiri dari unsur Tim Koordinasi Tagana Provinsi dan seluruh Kab/Kota.
Selengkapnya...........

Depsos Siapkan Tagana Berkeahlian Khusus


Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengemukakan, Departemen Sosial (Depsos) tahun 2010 sedang menyiapkan taruna siaga bencana (Tagana) berkeahlian khusus untuk membantu proses bantuan kepada masyarakat bila terjadi bencana.

"Tahun depan kami akan latih pasukan khusus Tagana yang ahli evakuasi pada bangunan runtuh, banjir, longsor dan lain-lain," katanya.

Pernyataan Mensos itu disampaikan tenaga ahli Mensos Bidang Hubungan Media dan Tata Kelola Pemerintahan Sapto Waluyo, Kamis (10/12) malam.
Mensos menyatakan hal itu disela-sela mendampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dalam kunjungan ke Bengkulu untuk gladi penanggulangan bencana dan tsunami, Kamis.

Turut serta dalam kunjungan itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif, dan Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding.

"Kami siap untuk menghadapi bencana di berbagai daerah, terutama di musim hujan yang rawan banjir/longsor. Pekan lalu kami lakukan apel nasional Tagana dihadiri 3.000 taruna binaan Depsos di seluruh Indonesia,"
katanya.

Menurut dia, pada pekan depan pihaknya juga akan memberikan sebanyak 53 mobil "rescue" (pertolongan) kepada daerah yang rawan bencana, juga sebanyak 20 unit dapur umum, dan 10 tanki air. Ia mengatakan, melalui berkoordinasi dengan BNPB, seluruh jajaran Depsos siap menjadi garda terdepan penanggulangan bencana.

"Depsos berperan di masa tanggap darurat untuk melakukan evakuasi korban, membuka dapur umum, menyiapkan 'shelter' penampungan, dan memenuhi kebutuhan pokok pengungsi," kata Mensos. (Ant/OL-7)

MENSOS : "Penanganan Bencana Di Banten Bisa Jadi Contoh Bagi Provinsi Lain"

"Provinsi Banten bisa jadi contoh keseriusan penanggulangan bencana yang koordinatif antara pemprov, pemkab dan pemkotnya" demikian dinyatakan Menteri Sosial RI Bachtiar Chamsyah saat Apel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Pantai Karang Suraga - Anyer, Rabu (12/12).

Mensos juga menyarankan kepada Gubernur Banten untuk menyusun kontingensi bencana meliputi strategi penanggulangan kebencanaan secara komprehensif.

Menurut Bachtir Chamsyah, kegiatan simulasi bencana dan apel siaga bencana yang melibatkan Pemprov Banten, pemkab dan pemkotnya patut dijadikan contoh oleh provinsi-provinsi lain, mengingat Provinsi Banten telah secara sinergis dan berkoordinasi dengan kab/kotanya dalam penanggulangan bencana dan telah pula mengalokasikan dana penanggulangan bencana yang cukup dalam APBD-nya .

Gubernur, bupati dan walikota diinstruksikan juga oleh Menteri Sosial untuk menyusun kontingensi bencana yang sifatnya penanggulangan bencana yang koordinatif dan komprehensif termasuk mitigasi bencana.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) adalah unsur penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat.
Menurut Bachtiar Chamsyah, perda-perda provinsi di beberapa tempat di Indonesia masih kurang serius dalam mengantisipasi bencana hal ini diperihatkan dengan kurangnya koordinatif dan minimnya anggaran dalam APBD mereka, terkecuali di Banten yang sudah mengalokasikan anggaran APBD yang pantas di kab/kota. Namun ada beberapa kendala nomen klatur penanganan bencana di beberapa daerah masih beragam, atau ada beberapa SKPD yang terlibat langsung menangani bencana.

Lebih lanjut Bachtiar Chamsyah mengungkapkan bahwa masih ada paradigma bahwa penanganan bencana masih merupakan urusan pemerintah pusat padahal dengan semangat otonomi daerah sebenarnya harus diurus oleh masing-masing daerahnya sendiri.

Wilayah Kota Tangerang Selatan


Kota Tangsel disahkan oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008, Kota Tangsel meliputi 7 kecamatan yakni, Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Setu.(denny i.)

HEADLINE NEWS

Loading...

Inilah.com - Politik

detikBandung - detikBandung

SEKRETARIAT :

Pondok Maharta Blok. E-2/no.12 , Perum. Pondok Maharta
Pondok Kacang Timur, Pondok Aren - TANGERANG SELATAN.







Get cash from your website. Sign up as affiliate.





CO.CC:Free Domain




Get paid To Promote at any Location